Jakarta – AwanTunai, perusahaan fintech Indonesia yang fokus pada ekosistem rantai pasok FMCG, berhasil mengumpulkan pendanaan utang sebesar USD 60 juta melalui putaran sindikasi yang dipimpin oleh Accial Capital. Pendanaan ini akan digunakan untuk mempercepat operasional, memperluas portofolio pinjaman, dan meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM di Indonesia.
CEO AwanTunai, Dino Setiawan, menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan solusi kredit fleksibel untuk UMKM, khususnya di sektor FMCG seperti warung, grosir, dan distributor. Layanan AwanTunai termasuk pembiayaan stok, pemesanan online, dan manajemen inventaris yang dapat diakses melalui platform digital AwanToko.
Dengan tujuan menjembatani kesenjangan pembiayaan UMKM di Indonesia, AwanTunai berfokus pada memberikan pembiayaan terjangkau untuk meningkatkan arus kas dan produktivitas usaha kecil, sekaligus memperkuat ekosistem rantai pasok di tanah air.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesenjangan Pembiayaan
AwanTunai, fintech yang didirikan pada 2017 oleh Dino Setiawan dan Rama Notowidigdo, fokus pada pemberian solusi pinjaman digital untuk UMKM di Indonesia, terutama dalam sektor FMCG. Saat ini, AwanTunai menyalurkan pinjaman lebih dari 1 triliun rupiah per bulan, dengan target mencapai 3 triliun rupiah pada 2025. Perusahaan ini menawarkan suku bunga rendah sekitar 2%, yang merupakan salah satu yang terendah di sektor ini.
AwanTunai mengatasi kesenjangan pembiayaan UMKM Indonesia yang mencapai USD 165 miliar, memanfaatkan teknologi untuk memperkuat rantai pasokan dan mendorong inklusi keuangan. Perusahaan ini didukung oleh investor seperti Insignia Ventures Partners, IFC, Global Brain, BRI Ventures, dan OCBC Ventura, serta telah mengumpulkan lebih dari USD 50 juta dalam pendanaan ekuitas dan USD 100 juta dalam pendanaan utang.
Pendanaan dan Tantangan di Sektor Fintech
Pada Maret 2025, AwanTunai menutup putaran pendanaan Seri B sebesar USD 27,5 juta yang dipimpin oleh investor global seperti Norfund (Norwegia), MUFG Innovation Partners (Jepang), dan OP FinnFund (Finlandia). Pendanaan ini adalah investasi pertama Norfund di fintech Asia Tenggara. Sebelumnya, pada 2022, AwanTunai juga meraih USD 8,48 juta dalam putaran Seri A3.
Dukungan dari investor ternama memberikan kepercayaan di tengah tantangan industri P2P lending yang sedang mengalami krisis kepercayaan. AwanTunai kini telah mencapai EBITDA positif dan menargetkan laba bersih pada pertengahan 2025.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/5874457/startup-fintech-ini-himpun-pendanaan-utang-usd-60-juta
Penulis : Yovela
Editor : Yovela
Sumber Berita : https://www.liputan6.com