Kementerian UMKM telah berhasil memperluas akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pangan inovatif melalui Program Bisnis Layak Funding (BISLAF) 2025.
Komitmen Pendanaan Signifikan
Program ini menghasilkan komitmen pendanaan sebesar Rp1,88 miliar dari berbagai lembaga keuangan untuk enam UMKM terpilih.
-
Sinyal Positif: Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Kementerian UMKM, Reghi Perdana, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan lembaga pembiayaan terhadap potensi usaha pangan inovatif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Tantangan dan Solusi: Meskipun demikian, tantangan pendanaan tetap menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, Reghi menekankan pentingnya memperluas akses melalui instrumen keuangan modern seperti fintech peer-to-peer lending, sukuk syariah, dan skema urun dana.
Strategi dan Kontribusi
BISLAF dirancang sebagai strategi peningkatan akses pembiayaan yang komprehensif.
-
Pendampingan Intensif: Program ini memberikan pendampingan selama dua bulan untuk mempersiapkan UMKM agar layak mendapatkan pendanaan dari perbankan, investor, atau skema pemerintah seperti KUR.
-
Kreativitas dan Nilai Tambah: Reghi mengapresiasi kreativitas UMKM, mencatat bahwa produk pangan inovatif memiliki nilai tambah tinggi dan berdaya saing.
-
Peran Strategis: Penguatan sektor ini sejalan dengan kontribusi besar industri makanan dan minuman (6,9% dari total output industri pengolahan 2024) dan peran penting UMKM dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan program prioritas nasional.
Proses Seleksi dan Kesiapan Usaha
Asisten Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Usaha Kecil, Ali Manshur, menjelaskan bahwa BISLAF 2025 merupakan strategi peningkatan akses pembiayaan melalui pendampingan menyeluruh.
-
Tujuan Pitch Deck: Sesi pitching tidak hanya bertujuan mendapatkan pembiayaan, tetapi juga menjadi modal penting bagi UMKM untuk membangun kerja sama bisnis di masa depan.
-
Peserta: Lebih dari 600 UMKM pangan inovatif diseleksi, dengan 110 UMKM menerima pendampingan intensif sejak awal Oktober 2025.
-
Keterlibatan Mitra: Program ini melibatkan sembilan investor, lembaga keuangan, dan mitra strategis, termasuk BNI, BRI, BSI, Mandiri, Shafiq, dan Amartha Mikro Fintech, serta mitra Dapur SPPG.
Direktur INOTEK Foundation, Ivi Anggraeni, menyampaikan hasil monitoring yang menunjukkan peningkatan signifikan pada peserta:
-
Kesiapan Pembiayaan: 85% lebih siap mengajukan pembiayaan.
-
Pengelolaan Keuangan: 75% rutin mencatat keuangan, dan 80% mengalami peningkatan kemampuan manajemen keuangan.
Penutup
Acara business pitching & matching di Yogyakarta menjadi penutup rangkaian BISLAF Bootcamp 2025. Tercatat, kebutuhan pembiayaan dari 110 peserta di Banten dan Yogyakarta mencapai Rp26,7 miliar. Kementerian UMKM berharap melalui upaya seperti BISLAF, semakin banyak pengusaha pangan inovatif yang dapat mengakses pembiayaan, memperluas pasar, dan meningkatkan skala usahanya, sehingga UMKM Indonesia dapat semakin berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.














