Kompetisi bergengsi bertajuk “Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas” yang episode Grand Final-nya tayang pada awal November 2025, telah menjadi topik hangat di media sosial. Acara ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, tetapi panggung adu strategi yang memamerkan inovasi produk UMKM Indonesia yang adaptif terhadap era digital dan tren lifestyle modern.
Empat finalis dari berbagai sektor—fesyen, kriya, hingga home living—bersaing ketat dengan membawa produk-produk yang menggabungkan warisan budaya dengan teknologi. Sorotan utama jatuh pada inovasi seperti Sajadah “Langgam Bertaut” dari DS Modest, yang tidak hanya menampilkan motif tradisional Batang Garing dan Kawung, tetapi juga dilengkapi dengan kode QR penunjuk arah kiblat berbasis web untuk memudahkan pengguna saat bepergian.
Selain itu, UMKM sepatu batik Aveka dan produsen tas etnik Maritim Bag Indonesia juga menunjukkan semangat pantang menyerah. Walaupun sempat mengalami tekanan di babak awal, mereka berhasil membalikkan keadaan berkat strategi live shopping dan creative marketing yang masif di platform digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kompetisi ini membuktikan bahwa UMKM kita tidak lagi hanya sekadar menjual produk, tapi juga menjual storytelling, inovasi, dan kematangan strategi digital. Sajadah dengan QR Kiblat ini contoh sempurna kolaborasi antara tradisi dan teknologi,” ujar salah satu pengamat ekonomi kreatif yang mengikuti acara tersebut.
Perjalanan para “Jagoan UMKM” ini dinilai berhasil memberikan inspirasi dan model bisnis yang konkret bagi ribuan UMKM lain untuk memanfaatkan e-commerce dan media sosial sebagai kunci untuk Go National dan Go Global.














