PT Sarinah, sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang ritel dan properti, gencar melaksanakan program Sarinah Pandu untuk memberdayakan dan mendorong pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) agar bisa “naik kelas.” Program ini berfokus pada pengembangan UMKM secara holistik, tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga kualitas produk, legalitas, dan pemasaran.
Program Sarinah Pandu adalah inisiatif kolaboratif yang melibatkan delapan BUMN lain, yaitu BRI, Angkasa Pura Indonesia, Kimia Farma, Pengembangan Pariwisata Indonesia (InJourney), Taspen, Telkom Indonesia, Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), dan Pelindo. Masing-masing BUMN ini berperan sebagai “orang tua asuh” yang menyeleksi UMKM binaan mereka untuk kemudian dikurasi dan dibina lebih lanjut oleh Sarinah.
Peningkatan UMKM dalam program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan untuk mendapatkan legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal dan BPOM, hingga bimbingan dalam manajemen keuangan, branding, dan strategi pemasaran digital. Program ini mengadopsi filosofi “Asah, Asih, Asuh” yang bertujuan untuk mengasah kemampuan, memberikan kasih sayang (perhatian), dan mengasuh UMKM hingga mandiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu kisah sukses dari program ini datang dari Batik Tulis Prambanan, yang berhasil menjual hampir 1.000 produk saat berpartisipasi dalam pameran Sarinah Pandu. Kesuksesan ini menunjukkan bahwa melalui pendampingan intensif dan akses ke pasar ritel modern, produk-produk lokal mampu bersaing dan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari konsumen.
Dengan skema kolaborasi antar-BUMN ini, Sarinah Pandu menjadi model pendampingan UMKM yang unik, berfokus pada kurasi dan akses pasar ritel, yang berbeda dengan program BUMN lain yang umumnya berfokus pada pemberian modal atau pelatihan dasar.
Penulis : Shinta
Editor : Amran Hamdani














