Bekas Pabrik Gula ‘Disulap’ Jadi Rest Area Megah, Telan Rp 149 M

Senin, 17 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes Rest Area Warisan KM 260B Banjaratma merupakan salah satu proyek dari PT PP Sinergi Banjaratma, anak perusahaan PT PP (Persero) Tbk. Awalnya, tempat ini adalah pabrik gula yang berhenti beroperasi pada tahun 1997 dan tidak digunakan selama sekitar 20 tahun.

Pabrik gula tersebut kemudian direnovasi menjadi rest area dengan total investasi sebesar Rp 149 miliar.

“Modal awal pembangunan adalah Rp 149 miliar. Yang kami bangun adalah atap gedung. Namun, bajanya masih dari tahun 1908, sehingga rangka gedungnya tetap asli. Sekat-sekat dan bata juga masih sama. (Pembangunan) mencakup atap, lantai, dan kawasan,” jelas Direktur PT PP Sinergi Banjaratma, Dina Yunanda, di lokasi Rest Area Warisan KM 260B Banjaratma, Brebes, pada Kamis (20/2/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dina mengungkapkan bahwa dengan luas rest area mencapai 10,6 hektare, diperlukan biaya untuk pemeliharaan dan operasional. Ia menyatakan bahwa untuk gedung saja, menghasilkan pemasukan sebenarnya cukup menantang.

“Kami harus mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan dan operasional di area seluas 10,6 hektar. Itu cukup besar. Sebenarnya, itu tidak menghasilkan pendapatan, tetapi kami harus menanggung biaya operasional (opex) untuk pemeliharaan,” ungkapnya.

Menurut Dina, rest area ini mencatat pertumbuhan laba sebesar 15% pada tahun 2024 secara year on year (yoy). Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa selama dua tahun pertama masa kepemimpinannya, perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 6 miliar per tahun.

“Pada tahun 2019, kami memberikan satu tahun gratis (biaya sewa untuk UMKM). Setelah itu, ketika mulai berbayar, COVID-19 muncul. Saya masuk saat pandemi, dan teman-teman pedagang meminta diskon 70%. Akhirnya, kami sepakat memberikan diskon 50%. Dari dua tahun awal tersebut, kerugian cukup signifikan, sekitar Rp 6 miliar per tahun,” jelas Dina mengenai penyebab kerugian perusahaan pada masa itu.

Sebagai tambahan, lebih dari 70% gerai (tenant) di Rest Area Warisan Banjaratma KM 260B adalah usaha mikro kecil menengah (UMKM). Saat ini terdapat total 188 gerai UMKM dan 27 gerai non-UMKM, yang menyerap kurang lebih 560 pekerja.

Fasilitas yang tersedia di rest area ini meliputi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), tempat ibadah, taman rekreasi, ruang auditorium, gerai makanan, pusat oleh-oleh, serta 80 toilet untuk perempuan dan 40 toilet untuk laki-laki.

Berdasarkan catatan detikcom, Rest Area Warisan Banjaratma KM 260B mulai beroperasi sejak 17 Maret 2019. Tempat ini dulunya adalah Pabrik Gula Banjaratma yang beroperasi sejak 1913 di bawah pemerintahan Belanda. Pabrik gula ini didirikan oleh perusahaan perkebunan NV Cultuurmaatsschappij yang berkantor pusat di Amsterdam, Belanda, pada tahun 1908.

Pabrik yang terletak di Desa Banjaratma, sekitar 5 kilometer sebelah barat kota Brebes, dulunya menjadi sumber pekerjaan bagi warga desa. Pabrik gula ini terpaksa tutup pada tahun 1997 akibat tingginya biaya operasional. Tak lama setelah itu, bangunan ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah setempat. Dengan lokasinya yang strategis dekat jalan tol, sinergi BUMN memanfaatkan PG Banjaratma untuk menjadikannya sebagai rest area ikonik di kawasan Brebes.

 

https://finance.detik.com/infrastruktur/d-7788110/bekas-pabrik-gula-disulap-jadi-rest-area-megah-telan-rp-149-m?single=1

Facebook Comments Box

Penulis : Yovela

Editor : Yovela

Sumber Berita : https://finance.detik.com

Berita Terkait

Lilin Hias Ramah Lingkungan dari Bojonggede Mendunia
Didukung BRI, Cokelat Ndalem Sukses Rambah Pasar Internasional
Pemkab Sumenep Dukung Ekonomi UMKM Lewat Bazar Takjil
Foopak-Pisang Goreng Madu Bu Nanik Kolaborasi Dukung UMKM Berkelanjutan
Pengusaha Kampung Ketupat Cimahpar Naik Kelas Bersama Klasterku Hidupku
Ramadhan, Omzet UMKM Konveksi di Surabaya Anjlok, Imbas Efisiensi
Direstui Pemerintah, Aplikasi Belanja Online Bakal Bawa Produk UMKM Mendunia
Mantap! Berkat BRI, UMKM Asal Malang Ini Bisa Ekspor ke-8 Negara

Berita Terkait

Senin, 17 Maret 2025 - 11:05 WIB

Lilin Hias Ramah Lingkungan dari Bojonggede Mendunia

Senin, 17 Maret 2025 - 10:50 WIB

Didukung BRI, Cokelat Ndalem Sukses Rambah Pasar Internasional

Senin, 17 Maret 2025 - 10:34 WIB

Pemkab Sumenep Dukung Ekonomi UMKM Lewat Bazar Takjil

Senin, 17 Maret 2025 - 10:20 WIB

Foopak-Pisang Goreng Madu Bu Nanik Kolaborasi Dukung UMKM Berkelanjutan

Senin, 17 Maret 2025 - 10:09 WIB

Pengusaha Kampung Ketupat Cimahpar Naik Kelas Bersama Klasterku Hidupku

Berita Terbaru

Berita

Lilin Hias Ramah Lingkungan dari Bojonggede Mendunia

Senin, 17 Mar 2025 - 11:05 WIB

Berita

Pemkab Sumenep Dukung Ekonomi UMKM Lewat Bazar Takjil

Senin, 17 Mar 2025 - 10:34 WIB