Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyatakan komitmen penuh pemerintah untuk mendorong produk kosmetik dan kecantikan lokal agar tidak hanya mendominasi pasar domestik tetapi juga mampu menembus pasar internasional (go global).
Menteri Maman menyoroti bahwa peluang di sektor kecantikan bagi UMKM sangat besar. Kekuatan produk lokal terbukti dengan partisipasi sekitar 300 merek lokal dalam acara Jakarta X Beauty 2025. Menurutnya, dominasi ini harus dijadikan modal untuk agresif berekspansi ke pasar luar negeri, dan Kementerian UMKM siap memberikan dukungan penuh.
Data menunjukkan pertumbuhan signifikan pada sektor ini:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Jumlah pengusaha kosmetik yang diawasi BPOM dan Perkosmi meningkat dari 819 pada 2021 menjadi lebih dari 1.500 pada 2024, di mana 89,2 persen adalah UMKM.
-
Nilai pendapatan industri kosmetik nasional melonjak tajam, dari sekitar Rp21,45 triliun pada 2021 menjadi sekitar Rp31,77 triliun pada 2024 (meningkat 48%) dan diproyeksikan terus tumbuh 5,35% per tahun hingga 2028.
Menteri Maman menegaskan bahwa dukungan ini bertujuan untuk memperbesar skala usaha UMKM, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta dampak sosial yang positif bagi masyarakat Indonesia.
Dukungan Kementerian UMKM diwujudkan melalui berbagai program, seperti:
-
Fasilitasi investasi dan permodalan.
-
Penguatan kemitraan rantai pasok melalui Holding UMKM.
-
Perluasan akses pasar.














