Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengumumkan rencana memetakan secara detail kondisi pengusaha UMKM yang terkena dampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Pemetaan ini bertujuan untuk mendapatkan data akurat mengenai jumlah UMKM yang terdampak, tingkat kerusakan, dan kebutuhan spesifik mereka.
Pernyataan ini disampaikannya saat kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Rapat Koordinasi Pekan Depan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Maman menyatakan bahwa pada pekan depan, Kementeriannya akan mengadakan rapat koordinasi dengan bank-bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memiliki portofolio pembiayaan di ketiga provinsi tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikan keakuratan data UMKM terdampak agar langkah penanganan yang diambil bisa tepat dan segera dilaksanakan.
Kebijakan Nasional Diperlukan
Menurut Maman, penanganan pasca bencana harus mempertimbangkan tingkat keparahan dampak di setiap wilayah, bahkan diperlukan zonasi untuk mengukur sejauh mana usaha UMKM mengalami kelumpuhan.
Dia menegaskan bahwa skema pemulihan ini tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah atau pihak bank di lapangan. Diperlukan kebijakan dari pemerintah pusat untuk memberikan kepastian, payung regulasi, dan arahan yang lebih leluasa bagi semua pihak yang terlibat.
Langkah Jangka Pendek dan Permanen
-
Jangka Pendek: Maman meminta perbankan untuk segera mengoptimalkan program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka sebagai bentuk respons cepat dan kemanusiaan untuk membantu UMKM tanpa menunggu instruksi tambahan.
-
Dampak Permanen: Pemerintah juga akan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan stakeholder terkait untuk merumuskan formula penanganan khusus bagi UMKM yang mengalami kerugian permanen.
Target Pemulihan
Pemerintah menargetkan pemetaan kondisi UMKM selesai dalam waktu dekat. Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar untuk menyusun kebijakan pemulihan yang terukur, tepat sasaran, dan mendukung keberlanjutan usaha. Maman menutup dengan menekankan bahwa pemulihan UMKM akan dilakukan secara bertahap, menyeluruh, dan berfokus pada pemulihan ekonomi masyarakat agar para pengusaha dapat bangkit kembali.














