Pentingnya Sterilisasi Pasar Domestik dari Produk Impor untuk Melindungi UMKM

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menekankan bahwa pasar domestik harus dibersihkan dari dominasi produk impor agar para pengusaha UMKM lokal Indonesia dapat dilindungi dan diperkuat.

Dalam pidato kunci di Rapimnas Kadin 2025, Menteri Maman menyatakan bahwa sangat sedikit UMKM yang mampu bertahan karena pasar Indonesia dibanjiri oleh produk-produk luar negeri. Sektor fesyen dianggap yang paling terpukul, terutama akibat impor baju bekas yang jumlahnya melonjak tajam (mencapai 3.600 ton pada tahun lalu, dan 1.800 ton hingga Agustus 2025), serta produk white label yang diproduksi massal di luar negeri dan sulit diawasi.

Menteri Maman menegaskan bahwa bantuan seperti pembiayaan, pelatihan, atau strategi pemasaran tidak akan efektif jika pasar domestik belum steril dari dominasi impor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidakadilan dan Regulasi

Maman juga menyoroti produk impor, khususnya dari Tiongkok, yang mudah masuk tanpa diwajibkan memenuhi perizinan ketat. Hal ini berbanding terbalik dengan UMKM lokal yang harus mengurus berbagai persyaratan seperti NIB, SNI, dan BPOM. Menurutnya, tuan rumah seharusnya diuntungkan, namun yang terjadi produk lokal tidak mendapat perlindungan memadai.

Langkah Pemerintah dan Kolaborasi

Pemerintah akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk menutup keran impor barang yang merusak pasar domestik. Sterilisasi pasar ini akan memberi ruang yang lebih besar bagi produk unggulan Indonesia, khususnya di sektor fesyen, untuk tumbuh dan bersaing.

Meskipun demikian, kebijakan pembatasan impor akan diimbangi dengan penentuan sektor strategis tertentu yang tetap diizinkan melakukan impor demi menjaga keseimbangan industri nasional. Pemerintah juga mendorong kolaborasi lintas kementerian untuk menderegulasi aturan impor dan memastikan UMKM menjadi pemain utama di negaranya sendiri, serta mendorong UMKM masuk ke dalam rantai pasok usaha besar.

UMKM Sebagai Solusi Ekonomi

Upaya ini adalah langkah strategis untuk mengatasi tantangan ekonomi, seperti:

  • Tingginya jumlah penduduk miskin (23,85 juta di 2025).

  • Angka pengangguran usia produktif (7,28 juta).

  • Penurunan lapangan kerja baru dan penyusutan kelas menengah (periode 2019-2024).

Menteri Maman percaya bahwa UMKM dan kewirausahaan adalah solusi inklusif dan berkelanjutan untuk persoalan ini, sehingga pemerintah berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan dukungan kuat agar UMKM bisa menjadi penggerak ekonomi nasional yang berkeadilan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Layanan Pelindungan dan Pemulihan UMKM di Mandailing Natal
Menteri UMKM Siapkan Pemetaan dan Kebijakan Pusat untuk Pemulihan Kredit
Bantuan Kredit bagi UMKM Terdampak Bencana di Sumatera
Pemkab Badung Dorong UMKM “Naik Kelas” Melalui Pameran Badung UMKM Week II
Bantuan Kredit Khusus untuk UMKM Korban Bencana
Sinergi 3 Kementerian: Stadion Jadi Sentra Ekonomi Baru
Kereta Khusus Petani-Pedagang Resmi Beroperasi dengan Tarif Terjangkau
Kualitas dan Daya Saing: Fokus Utama Menteri Maman untuk UMKM

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 08:10 WIB

Layanan Pelindungan dan Pemulihan UMKM di Mandailing Natal

Jumat, 5 Desember 2025 - 09:31 WIB

Menteri UMKM Siapkan Pemetaan dan Kebijakan Pusat untuk Pemulihan Kredit

Jumat, 5 Desember 2025 - 09:26 WIB

Bantuan Kredit bagi UMKM Terdampak Bencana di Sumatera

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:54 WIB

Pemkab Badung Dorong UMKM “Naik Kelas” Melalui Pameran Badung UMKM Week II

Rabu, 3 Desember 2025 - 08:16 WIB

Pentingnya Sterilisasi Pasar Domestik dari Produk Impor untuk Melindungi UMKM

Berita Terbaru

Berita

Layanan Pelindungan dan Pemulihan UMKM di Mandailing Natal

Kamis, 11 Des 2025 - 08:10 WIB

Berita

Bantuan Kredit bagi UMKM Terdampak Bencana di Sumatera

Jumat, 5 Des 2025 - 09:26 WIB