Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyatakan bahwa fokus utama pengembangan UMKM Indonesia ke depan adalah kualitas, bukan lagi sekadar kuantitas (jumlah). Menurutnya, Indonesia membutuhkan UMKM yang mampu naik kelas, inovatif, dan berdaya saing untuk berhasil menembus pasar regional dan global.
Tanggung Jawab Konsumen
Menteri Maman mengajak seluruh masyarakat untuk memprioritaskan dan bangga menggunakan produk UMKM dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa ini adalah tanggung jawab bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional, dengan memberikan peluang bagi UMKM untuk berkembang di pasar domestik.
Tantangan yang Dihadapi UMKM
Meskipun demikian, Menteri Maman mengakui bahwa UMKM masih menghadapi beberapa tantangan signifikan, yaitu:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Keterbatasan akses pembiayaan.
-
Keterbatasan akses pasar dan kemitraan.
-
Kesiapan dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Ia mendorong para pelaku UMKM untuk merespons dinamika pasar, perubahan teknologi, dan perilaku konsumen dengan kreativitas. Pesannya adalah untuk terus belajar, meningkatkan kualitas, dan berani memperluas pasar.
Apresiasi untuk Pertamina SMEXPO
Menteri Maman memberikan apresiasi tinggi kepada Pertamina atas penyelenggaraan SMEXPO 2025. Ia memandang acara tersebut sebagai implementasi nyata dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) korporasi. Melalui SMEXPO, Pertamina telah berhasil membina puluhan ribu UMKM dalam hal peningkatan kapasitas, pemasaran, dan akses pasar, membantu karya anak bangsa agar mampu bersaing secara global.
Harapan dari Pertamina
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menambahkan bahwa SMEXPO berfungsi sebagai platform penting untuk memperluas jaringan bisnis dan membuka peluang ekspor dengan mempertemukan UMKM dengan pembeli dari seluruh dunia (global buyer). Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang membuka pintu kesuksesan menuju impian besar bagi pelaku UMKM Indonesia.














