Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus membuktikan diri sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Hingga Oktober 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dilaporkan telah menembus angka fantastis, mencapai sekitar Rp220 triliun, yang berdampak langsung pada penyerapan lebih dari 11 juta tenaga kerja.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan data ini seraya menekankan pentingnya alokasi dana KUR ke sektor produksi.
“Penyaluran KUR yang masif ini memiliki multiplier effect yang besar, terutama terhadap penyerapan tenaga kerja dan dampak ekonomi di tingkat akar rumput,” ujar Menteri Maman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Digitalisasi sebagai Kunci Utama Naik Kelas
Selain akses permodalan, pemerintah juga terus memperkuat program digitalisasi UMKM. Transformasi digital menjadi fokus utama dalam strategi pengembangan UMKM 2025-2029, dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan.
Program-program seperti onboarding UMKM ke platform digital dan penggunaan sistem pembayaran nontunai (QRIS dan Digipay) terus digalakkan. Sinergi antara pembiayaan KUR dan digitalisasi diyakini menjadi sinyal perubahan bagi UMKM untuk naik kelas.
“Kami terus mendorong pelaku UMKM untuk Go Digital karena ini adalah kunci untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan menghadapi tantangan di era ekonomi digital,” tambah juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Fasilitasi Ruang Usaha dan Legalitas
Selain dari sisi permodalan dan teknologi, pemerintah juga menunjukkan komitmennya dengan:
- Penyediaan Ruang Usaha: Mengalokasikan 30% area di infrastruktur publik (bandara, terminal, pelabuhan, stasiun) sebagai area komersial bagi UMKM. Hingga kini, ribuan UMKM telah menempati ratusan unit infrastruktur publik tersebut.
- Penguatan Legalitas: Memfasilitasi sertifikasi, legalitas, hingga akses pembiayaan bagi ribuan usaha mikro di berbagai daerah, yang menjadi komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem usaha yang aman dan inklusif.
Dengan dukungan KUR dan dorongan digitalisasi yang masif, UMKM Indonesia diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.














