Gelombang tren cepat berganti di media sosial ternyata menjadi ladang subur bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, semakin banyak UMKM yang viral dan mencetak lonjakan penjualan fantastis berkat kecepatan mereka dalam mengadopsi dan memanfaatkan tren kekinian.
Fenomena ini terlihat jelas di berbagai platform digital, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan. Misalnya, di sektor makanan, munculnya dessert box dengan varian unik, atau minuman dengan “racikan rahasia” yang menarik perhatian publik melalui video pendek, langsung memicu permintaan tinggi di berbagai kota.
Kunci Sukses: Kecepatan dan Kreativitas
Menurut pengamat ekonomi digital, Bapak Bima Sakti, kunci utama UMKM menjadi viral adalah kecepatan berinovasi dan kreativitas dalam pengemasan konten.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“UMKM sekarang tidak hanya dituntut membuat produk berkualitas, tapi juga ‘berbicara’ dengan bahasa yang digunakan konsumen di media sosial. Mereka harus jeli melihat apa yang sedang ramai—apakah itu tarian, lagu, atau bahkan sebuah challenge—lalu mengaitkannya dengan produk mereka,” ujar Bima.
Salah satu contoh sukses adalah sebuah UMKM kerajinan tangan dari Yogyakarta yang viral setelah pemiliknya membuat konten video aesthetic proses pembuatan tas rajut yang kini sedang digandrungi oleh kalangan artis. Dalam hitungan minggu, pesanan mereka membludak hingga harus menunda pengiriman karena kelebihan permintaan.
Peran Media Sosial dan Tantangan Scalability
Tren ini menegaskan peran krusial media sosial sebagai etalase dan mesin promosi yang sangat efektif bagi pelaku usaha kecil dengan modal minim. Dengan biaya promosi yang relatif rendah, UMKM dapat menjangkau audiens yang masif.
Namun, keberhasilan menjadi viral juga membawa tantangan baru, terutama terkait kapasitas produksi (scalability). Banyak UMKM yang kewalahan memenuhi permintaan mendadak, yang jika tidak dikelola dengan baik, justru bisa berdampak negatif pada kualitas dan reputasi.
Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong agar UMKM tidak hanya sekadar ‘ikut-ikutan’ tren, tetapi juga membangun branding yang kuat dan memastikan standar kualitas produk tetap terjaga, sehingga keberhasilan viral yang didapat bisa bertahan dalam jangka panjang, tidak hanya sesaat.
Dengan semangat inovasi dan dukungan ekosistem digital yang kuat, fenomena viral ini diharapkan menjadi momentum emas bagi UMKM untuk naik kelas dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.














